Kata Kata Galau Putus Cinta Penyesalan

TerupdateOnlineKata Kata Galau Putus Cinta Penyesalan | Kata Kata Sedih Putus Cinta | Kata Kesepian. pada kesempatan kali ini admin akan memberikan suatu informasi buat anda sekalian yang sedang mencari-cari artikel seputar kata kata galau putus cinta paling sedih nah tentu sobat semua pernah merasakan yang namanya putus cinta bukan? bagaimana rasanya ? pasti sakit dan menyentuh hati.

Kata Kata Galau Paling Sedih – sering kali akibat yang ditimbulkan oleh putus cinta adalah suatu kesedihan memang ini hal yang sangat lumrah sekali buat kamu semua, wajarlah hari-hari ini kita masih rentan terhadap galau, tetapi jika kita usaha dan berhenti memikirkan si doi pasti akan cepat move on kok, tergantung dari diri sendiri aja.

Kata Kata Galau Putus Cinta Penyesalan

Kata Kata Galau Putus Cinta Penyesalan

Nah buat sobat semua yang sedang sedih nih berikut akan admin berikan Kata Kata Galau Sedih Patah Hati :

kapan kau akan menyadari , ada RUANG kosong diselasar hatiku yang paling sunyi yang senantiasa menunggu kepulanganmu.

Berilah cinta ini secercah cahaya, agar tak tergelincir dlm fana. Biarkan ini kujaga, sampai waktu nanti kau kan memetiknya.

Pada sebuah kehilangan, di RUANG hatimu yang kosong, kutitip rasa yang tak bertuan .. adakah rindumu telah menemukannya?.

Pesona bak kemilau ruang semesta milik Sang Khalik. Kaulah anugerah yang lestari.

Yang kau suka bukan yang kusuka, namun di antaranya cinta mencipta ruang kenang: punggung kunang yang menanggung terang.

Setidaknya ruang hati masih terisi pagi dan embun, meski lembaran cinta terlunta tanpa pena dan tinta.

Ruang yang lapang menjanjikan sebuah ketenangan, namun tidak tanpamu, yang mendatangkan kedamaian.

Maaf aku tak mampu lagi dalam permainan dustamu, ruang hatiku tak seluas taman dimana saat kau menyatakan sayang.

Biarkan aku rebah di ruang gaib hatimu atau berlari kecil di alir alur pikiranmu.

Jingga tak lelah menyapa senja meski pendarnya tak sepanjang malam, ruang waktu selalu mempertemukan.

Tak hendak hendak hengkang, saat warna dalam ruang saling berkejaran,adanya senja dan purnama saling menumpahkan.

Tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan juni pertemuan dan perpisahan menjadi satu ruang dalam satu waktu.

Yang kutahu jingga dan aku hanya terpisah ruang, sedang hati selalu begandengan erat menggenggam.

Kita jadikan malam gempita, doa-doa dipanjatkan, sajak-sajak dibacakan, ruang-ruang dibukakan, waktu-waktu dihentikan.

Aku adlh ruang tanpa pintu yg menemukanmu di dalamnya, mengaku sbg pemilik rumah, namun aku tak bisa marah.

Jika masih ada RUANG kosong di sini, itu milikmu, kelak mungkin engkau akan kembali dan beristirah di sana, meski sejenak.

Lingkar ruang rindu yang terlunta lunta memburu waktu,saat. Ruas hati semakin berdetak melebihi suara lonceng.

Sebuah ruang di antara pojok lemari yang bersekat-sekat, ada rindu yang menumpuk, kuharap lekas kau buka sebelum berngengat.

Di bilik waktu yang Tuhan ciptakan, ada sejuta turbelensi mengudara dengan Ruang yang kau sebut harapan.

Deru waktu berputar terlalu cepat menjemput detak jantung itu berlalu dari telingaku, ruang hatiku bergemuruh.

Di antara ruang dan waktu hanya ada jeda yang memisahkan raga kita, namun hati tetaplah dekat erat mendekap.

Aku kehilangan kata-kata, semua puisi kehilangan makna; tatapmu dalam diam…sabana seribu lembayung.

Kita; sepasang camar yang pulang ke peraduan, meninggalkan lembayung senja, menjemput malam, merangkul rembulan.

Saat masa aku adalah senja, ketika itu kau adalah jingga .. dan dirahimmu kusemai benih rindu yang kusebut LEMBAYUNG.

Di bawah pohon cinta,kita bercengkerama tanpa kata-kata. Lembayung menjadi saksi,dari kisah yg tak sudah-sudah.

Di bawah lembayung senja,kita tanpa kata-kata mengucap cinta, mata bicara, hati memahami,dan rona pipi memberi sebuah arti.

Jika di segala yang mendung, tak lagi kau jumpai pelangi, izinkan aku memberimu lembayung, agar kau tak menangis lagi.

Di sini akulah yang mengalahkan lembayung, lenyapkan senja di antara rimbunnya rona, dalam kata, dalam puisi.

Aku akan selalu cinta, wajahmu masih selalu membayang di lembayung senja. Di antara rintik basah airmata.

Snyummu terlukis di lembayung senja, indah nan mempesona, membuat jingga terlupa, tentang gelap yang kan menghilangkannya.

Semburat merah jingga di langit senja akan berlalu, biar lembayungnya Menaungi sisa malam Menemaniku.

Lembayung senja mengarah pada lembaran harap, bukan kekosongan rasa yg menyeruak menghantui harap.

Kau tak bisa mempercepat apa pun, katamu. Senja tak selesai hanya karena langit tak lembayung.

Melarunglah, susuri gelombang tak berpenghabisan, kelak kau temui riak paling sunyi, ada rindu yang bersemi diujung LEMBAYUNG.

Kau adalah kau, dan kau adalah lembayung indah dalam setiap sorot mataku di langit hampir gelap.

Senja kali ini segelas kopi. Senja yg membiaskan sinar merah ala kadarnya. Merahnya,anggunnya,masih terasa sama. Ah,Lembayung.

Pilu enggan dimadu, menolak tawa yang pura-pura, muntahkankan lebam di balik awan.. LEMBAYUNG lahir di pangkuan senja.

Indahnya lembayung senja mengingatkanku pada matamu yang jingga merebahkan cinta yang bergemuruh tak separuh.

Rebah di pundak kata-kata sunyi baru saja bercerita tentang lembayung jingga yang terburu-buru pergi.

Aku rindu menghabiskan senja dengan lembayung-nya di pulau para Dewa. pasir putinya, penuh cerita ; kita.

Lembayung senja ialah bunga dengan kelopak cahaya, ciumanku ialah angin yang menggugurkan duri di jantung kesedihanmu.

Senja telah tenggelam sayang, tapi tidak cinta, lembayung itu pun tahu aku selalu memelukmu dalam doa.

Kepada siapa rindu digayutkan, bahkan bayang telah menghilang seiring lembayung dilahap malam.

Rona merah lembayung senja itu seperti isyarat rindu, saat segala rinduku telah sampai di tepi bibirmu.

Aku terjebak di labirin pikiran yang bersimpangan, berputar-putar kembali ke awal. Mengharap lembayung jadi penerang.

Dimatamu sofia, aku menyukai lembayung yang berteduh, seperti kebahagiaan saat sajakku sampai di telingamu.

Mengingat senyum lembayungmu disenja yg mendung, menautkan rindu yang tak terbendung, jingga.

matamu melembayung saat katakan tak akan kembali pulang. Dada yang runtuh iringi punggung menjauh.

LEMBAYUNG senja, warna tarian bidadari surga di lembar bait pujangga. Suramnya pesona, bagi jiwa-jiwa luka.

Lembayung jingga itu kau, dan aku perempuan senja yang karib dengan sunyi, dipinggiran barat Jakarta.

Seperti sore ini, sebagian besar janji adalah lembayung yang batal.

Demikian informasi terbaru seputar  Kata Kata Galau Cinta Romantis, semoga bermanfaat buat sobat sekalian ,dan jangan lewatkan artikel menarik lainnya mengenai :

Kata Kata Galau Putus Cinta Penyesalan | Avelin666 | 4.5