Kata Mutiara Galau Sedih Kata Patah Hati

TerupdateOnline Kata Mutiara Galau Sedih – Kata Patah Hati – Kata Kesepian Sendiri, pada kesempatan kali ini admin akan berbagi informasi mengenai kata kata sakit hati, nah memang kalau berbicara mengenai Hati dan Cinta tidak akan ada habisnya. karena itu merupakan suatu bagian dari kelangsungan hidup manusia. pada dasarnya memang manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan dan saling melengkapi satu sama lain. maka dari itu banyak sekali persoalan-persoalan mengenai Cinta itu sendiri.

Kata Kata Galau Sedih Putus Cinta – sering kali diungkapkan oleh para pasangan yang hendak mengakhiri hubungan jalinan cintanya. mungkin karena tidak ada kecocokan atau berbeda pemikian seseorang bisa memutuskan untuk mengkahiri hubungannya, hal ini sangat wajar karena kita wajib memilih orang yang cocok dan pas untuk pasangan hidup karena ini akan menentukan masa depan anda.

Kata Kata Mutiara Galau Sedih

Kata Kata Mutiara Galau Sedih

Kata Kata Patah Hati karena Cinta memang sudah sering kali diungkapkan oleh banyak pasangan, hal ini membuat banyak masalah-masalah mengenai persoalan Cinta itu sendiri. nah buat kamu yang hatinya sedang sedih karena cinta ataupun sedang patah hati berikut akan admin berikan langsung Kata Kata Kesepian Cinta :

Luka, hanya toresan cinta yang menyakitkan, dan maaf adalah luapan kasih yang menyejukkan.

Tuhan, beri aku waktu satu bulan, sebab maaf, aku mengenal Ramadhan tak sebaik air mataku yang jatuh saat khilaf.

Air mata memaafkan pipi yang tidak menjatuhkannya, seketika, sebab cinta, tidak sejauh itu bahagia.

“Maaf tak mengenal waktu.” Katamu, kini aku memeluk waktu, dan kau pun tak pernah menemuiku.

Berulangkali, maaf kulontarkan. Tapi sikapmu tetap tak perduli, seperti karang di tengah lautan.

Semoga kita bertemu, kelak, di saat kata maaf menjadi tamu, di sepasang bibir yang menjamu.

Tuan, MAAF terkadang saya meng-agamakan cinta, men-tasbihkan cinta, menjadi hamba cinta, yaitu Allah semata.

Tak hanya menoreh perih di mata, memoles pedih di dada, kabut asap juga mengusik siluet jingga, pudarkan pesona senja.

Senja, dan siluet sebuah pena. Dalam puisi, dalam lengang jarak antar kata. Aku, ialah puisi yang tak terselesaikan.

Dalam titik waktu, senja menjemput .. dan siluet tubuh mu lenyap tersapu jingga yang layu .. kini hanya tersebut kata rindu.

Kemanapun aku melayangkan pandangan. Siluet wajahmu yang selalu mengisi ruang penglihatan.

Siluetmu takkan pernah pudar. Semusim sudah, terpampang usang di beranda. Senada cintaku.

Kau hadir sebagai siluet senja petang ini, kembali kita mengenang sebuah kisah antara kau, aku dan senja sebagai saksinya.

Kawanan camar pulang ke sarang, terbang diantara siluet jingga yang mekar. Semenjak waktu tepati janji.

Merah muda bersemu biru, siluet cintamu tertangkap mata hatiku, tak usah ragu, tak usah malu, rasaku sama dengan rasamu.

Hari diujung senja, hening.. Namun disudut lain tetap bergejolak, mengalunkan melodi dlm siluet hati, merindui.

Disudut senja, dibayang sang waktu siluetmu berdiri angkuh diantara rinduku. manis.. tapi pahit. kusadari ragamu tak disini.

Saat panas terik, ANGANku menggantung pada surya yang tak hentinya memanaskan kita pada kuali yang basah.

Sebab rindu adalah ANGAN yang mengamini mekar mawar putih meski runcing durinya menjauhkan. sentuhan jemari.

Mungkin ini saatnya kau berhenti berangan. Sudah tak terukur tirai air mata yang kautenun dalam penantian.

Agar anganmu terpenuhi, kau rela membeli kesempurnaan. Bahkan sampai terjebak dalam kepura-puraan.

Ketika angan bergandeng tangan, pelangi jadi jalan, cinta direngkuh jadi tujuan.

Bekerjalah dengan cepat. Jangan sekali-kali menyalahgunakan waktu karena gaji sudah didapat.

Hiduplah bersamaku sampai hari yang entah. Hingga tercapai semua itu, kuharap kau belum menyerah.

Tak terkecuali baik atau buruk. Yang melandasi seseorang melakukan perbuatan kepada seorang lainnya adalah: Ia pernah merasakan hal itu.

Kamu, terus saja sakiti aku. Aku tak akan membalasnya, karena aku tak mau seperti kamu.

Hiduplah dengan mulia. Agar kelak ketika meninggal dunia, dapat terkenang oleh semua.

Hidup di dunia memang sementara. Tapi perjuangkanlah sebaik mungkin, seakan-akan hidup untuk selamanya.

Apakah kakak angkat bisa dirindukan? Meskipun tidak terikat jalinan persaudaraan.

Beberapa orang, menolak kesepian. Tak apa, mereka tak tahu bahwa kesepian adalah sebaik-baiknya teman.

Kesepian seperti: kau terdiam di sebuah tempat asing yang ramai. Di luar; lagu yang kau hafal, sedang diputar.

Jika sudah sampai pada hati yang kusebut rumah, pasti hati itu selalu tak betah, lalu memilih pindah.

Cantik parasmu, tak akan berguna bila mataku buta. Tapi cantik hatimu, akan selalu abadi sampai akhir usia.

Agar anganmu terpenuhi, kau rela membeli kesempurnaan. Bahkan sampai terjebak dalam kepura-puraan.

Hidup bukan hanya tentang menjaga hatimu sendiri. Tapi juga menjaga hati orang yang menjaga hatimu dengan sepenuh hati.

Cinta itu penuh muslihat juga tipuan. Seperti dua raga yang saling berpelukan, tapi jiwanya berjauhan.

Kita melihat langit yang sama. Namun memikirkan hati yang berbeda.

Jika aku dan kamu memang belum sempat bertemu, maka biarkanlah doa kamu dan aku saling bertamu.

Jika malam telah terlewati, aku sudah siap untuk mencintaimu lagi di pagi hari.

Di matamu aku melihat hujan. Tapi airnya masuk ke hatimu, tempat teraman untuk menyembunyikan.

Kamu, terus dugem aja sama dia. Tenang aja, gak akan aku bayarin kok.

Menarilah sebelum kau terlelap malam ini. Aku akan mengiringi dengan suara dari heningnya hati.

Jika aku sempat menjatuhkan air dari matamu, aku berjanji akan menebusnya dengan lukaku.

Selamat malam kecantikan yang sedang berbincang dengan terang bintang. Adakah di sana terpancar wajah dia yang kau sayang?

Aku pun tidak bisa berhenti menatapmu. Seolah Tuhan menciptakan sepasang mataku, hanya diberi tugas untuk memperhatikanmu.

Aku tidak bisa berhenti mendengarkanmu berbicara rindu, seolah Tuhan hanya menciptakan satu jenis suara merdu, dan itu suaramu.

Aku tahu angan kita tak sepadan sayang, namun cobalah kita satukan, kelak ia akan terbang beriringan.

Di angan-angan, aku ingin menjadi angin; lalu mengusap rambutmu, lalu mengecup keningmu, lalu memeluk tubuhmu.

Kelak bila kau menjadi angan, angin atau rindu yang begitu dingin, akulah cinta yang selalu ingin menghangatkanmu.

Seperti seekor camar memainkan debur ombak, rinduku diterbangkan angin menjinjing angan, memeluk kesepianmu.

Anganku tak pernah lari. Seketika saat kau menghampiri. Aku disini hanya menanti. Berharap kau akan kembali.

Sebab pada akhirnya memilikimu hanyalah sebatas angan belaka, maka aku bersiap untuk menahan luka.

Pada langit yang sama kita gantungkan angan-angan, lalu membangun tangga dengan upaya dan doa, pelan-pelan.

Aku baru bergelut dengan angan. Di beranda rumahku, tak henti-henti kutatap angin warna hatimu.

Matamu menandai awal sebuah ikatan: anganmu menggandeng anganku dan menempuh jalan yang sama.

Kenangan diciptakan dari kenang dan angan; kenang perihal hari lalu, angan perihal hari depan. Aku hidup di antara keduanya.

Akankah kau menjelma nyata atau hanya ANGANku semata ?

Minggu siang adalah waktu paling indah menikmati kenangan di bilik-bilik hati, mendentingkan angan di sela-sela jemari.

Belajarlah mencinta layaknya dahan, saling silang tak saling mematahkan. Belajarlah hening, segugur daun dari ranting.

Pada akhirnya cinta akan kembali kepada maut, rumah paling hening, tempat kebahagiaan dan kesedihan berpulang.

Cinta adalah rasa hangat yang menelusup di kedalaman dada, seperti cahaya pagi yang jatuh di keheningan batu.

Jarum jam dinding itu berbisik lirih di telingaku, tentang rindu yang hening dan cinta yang belum kita pertemukan.

Kau tak harus selalu bicara. Cinta terbaik adalah yang hening namun terdengar.

Sebab cinta adalah cemburu yang memilih HENING pada tatapan agar kau peka mengusir ragu tanpa kusuruh.

Kau; adalah HENING yg tak berkesudahan, saat dimana senyummu larut dan mati pada kecamuk cemburu yg mengalahkan segala rindu.

Kita adalah hening yang berbeda, sebelum berkolaborasi menjadi riuh yang gaduh.

Aku dan hening, diam yang kau beri; diantara kidung sepi, kita menjadikannya ironi.

Senyum bermadu di kota batu, gadis melenggang di kota malang, ragam rindu hati bertalu, HENING karenamu angan melayang.

Kabar cinta tak juga ku selipkan di renggang udara, matahari belum merenggangkannya. Dalam hening, hatiku bening.

HENING adalah caraku mencipta rindu, diam adalah caraku mengingat dirimu, dan do’a adalah caraku untuk mendapatkanmu.

Dari HENING yang tercipta, ada bias bayangmu indahkan panorama, aku menikmatinya meski itu fatamorgana.

Murai tak lagi bernyanyi pagi ini, ada hening yang sengaja dicipta. Ada ingin yang tak lagi leluasa.

Hening hati, terasa mati. Beriak gelombang cintanya, mulai meninggalkan aku yang sendiri. Adakah aku di hatinya?.

Telaga paling hening sekalipun, menyimpan riak dikedalamannya. Begitupun dengan hati.

Biarkan HENING menyusup dikedalaman batinmu, sebab ia adalah irama paling riuh untuk sebuah kesedihan.

Sebagai hening, aku bersamamu di setiap kerling mata menerima cahaya, di saat denging telinga menangkap suara-suara cinta.

Kita biarkan semua suara jadi hening, dan kita berbincang lewat detak jantung masing-masing.

Orang-orang ribut berebut mencari hening, sungguh aku hanya perlu menatapmu~ kemudian hening terdiam kehilangan mimpi.

Tak akan ada alasan hening menjelaskan sunyi karena dirimulah yang tak ingin pergi membagi sepi.

Aku hening, berteman embun bening. Bersama daun dan ranting kudengar isak tangis padang gurun, berharap hujan turun.

Apa jadinya jika detak dan denyut bersatu dalam hening, akankah masih ada nyawa yang bersembunyi pada lirih sang dewi.

Pada hening sapamu aku tahu masih ada rindu, pada telaga matamu yang dalam aku tahu kau masih menyimpan sayang.

Ialah hening, sepi yang kita beri; kala sapa tiada, dan kita akhirnya meratapinya.

Tangismu hening, lahir dari telaga jernih bersama rindu yang luruh di istana sepi.

Sepi meniti detik, HENING menetes tanpa jeda .. dikesunyian paling dalam, nama-Mu didesah dzikirku.

Dalam hening pagi ada bening wajahmu, pada secangkir kopi cintaku mengekspektasi.

Dan meski kau tak lagi kumiliki. Di pagi paling hening, ketika embun turun menyapa bumi. Aku selalu mendoakan kebahagiaanmu.

Hening. Bahkan detik jarum jam tak terdengar, hanya suara detak jantungku. Jantung yang berdenyut perih kehilanganmu.

Demikian informasi terbaru seputar Kata Kata Sedih – Kata Galau Romantis – Kata Putus Cinta, semoga kata kata diatas dapat bermanfaat untuk anda sekalian.

Kata Mutiara Galau Sedih Kata Patah Hati | Avelin666 | 4.5